Senin, 06 Mei 2013

Model Pembelajaran

Model Pembelajaran

Model pengajaran menurut http://www.education.com adalah standards of teaching behaviors identified as desirable for given teaching situations. Model pengajaran merupakan patokan atau standar perilaku mengajar yang diidentifikasi sebagai bentuk pengajaran yang ingin dilakukan. Menurut Joyce (dalam Trianto, 2009:22), model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film-film, komputer, kurikulum, dll. 
Kardi dan Nur (dalam Trianto, 2009:23) menyatakan bahwa model pembelajaran bermakna sangat luas, yang menyakup rasional teoritis, landasan pemikiran, tingkah laku pengajaran, dan lingkungan belajar. Ini berarti model pembelajaran lebih luas daripada strategi, metode, atau prosedur.  Berikut merupakan ciri-ciri model pembelajaran menurut Kardi dan Nur.
a. Rasional teoritis logis yang telah ada. Model pembelajaran diamalkan dengan dasar teori-teori belajar yang telah ada seperti teori belajar konstruktivisme, teori perkembangan kognitif Piaget, metode pengajaran John Dewey, dll. Sebagai contoh, model pembelajaran berbasis masalah berdasar pada teori belajar konstruktivisme. Siswa memecahkan permasalahan nyata dengan jalan bekerjasama dengan kelompok. Pada model ini guru berperan untuk membantu pengerjaan masalah menjadi langkah-langkah tertentu sehingga siswa dapat menyelesaikannya dengan baik. 
b. Landasan pemikiran sebagai penentu tujuan pembelajaran. Landasan pemikiran dalam membantu penentu tujuan yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. Misal, untuk membantu siswa untuk menguasai perkalian atau penguasaan alat, digunakan pembelajaran langsung.  
c. Tingkah laku pengajaran diperlukan guna mendukung supaya pembelajaran bisa dicapaiAgar terorganisir dengan baik, pengajaran direncanakan dengan kegiatan yang terstruktur. Struktur dari kegiatan yang akan dilaksanakan ini disebut dengan sintaksis (pola urutan). 
d. Model pembelajaran memerlukan lingkungan belajar yang khas. Salah satu yang memerlukan lingkungan belajar yang khas adalah pembelajaran kooperatif. Pada pembelajaran ini perlu pengaturan setting agar sesuai dengan kegiatan yang dilakukan karena siswa bekerja dengan kelompok. 

Arends dalam Trianto (2009:25) menyeleksi enam buah model pembelajaran yang sering digunakan dan bersifat praktis, antara lain: presentasi, pengajaran langsung, pengajaran konsep, pembelajaran kooperatif, pengajaran berdasarkan masalah, dan diskusi kelas. 
Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1)
model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran diidentikkan dengan strategi pembelajaran. 

Acuan:

  • http://103.23.244.11/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/197012101998022-IIP_SARIPAH/Pengertian_Pendekatanx.pdf
  • http://www.education.com
  • Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar